College Papers

Entrepreneur 2. Pengertian EQ dan SQ ? 3.

Entrepreneur adalah seseorang
yang melakukan kegiatan berwirausaha serta membuat lapangan pekerjaan yang
bermanfaat bagi orang banyak. Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah usaha
kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru,
memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya
berguna bagi orang lain. Entrepreneurship mengandung makna wiraswasta atau
wirausaha adalah cabang ilmu ekonomi yang mengajarkan bagaimana kita bisa
mandiri dalam memulai suatu usaha dalam rangka mencapai profit serta
mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki.

Menjadi seorang entrepreneur
tidaklah mudah karena membutuhkan berbagai skill individu yang wajib dimiliki
salah satunya adalah jiwa Leadership, maksud dari jiwa leadership disini adalah
seorang entrepreneur harus memiliki jiwa kepemimpinan, dapat dipercaya, bertanggung
jawab, mudah bergaul dengan orang lain,dapat menerima saran dan kritik.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Berbicara mengenai Entrepreneur
dan Leadership, seorang pemimpin seharusnya memiliki kecerdasan emosional yang
tinggi karena seorang pemimpin sebaiknya mampu mengendalikan dirinya, tidak
emosional dan cepat marah, selalu sabar dalam bekerja jika terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan, tekun dalam bekerja serta selalu positive thinking. Seorang
pemimpin yang memiliki EQ tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan karena memikirkan
dampak dari keputusan yang sudah diambil, selalu rendah hati (tawadlu),
konsisten, transparan serta terbuka kepada rekan kerja dan tidak merasa dirinya
paling benar.

Pemimpin dengan kecerdasan
spiritual yang tinggi bukan hanya sekedar beragama saja, tetapi yang terpenting
adalah beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Pemimpin yang mampu
menerapkan kecerdasan spiritual mampu menilai mana yang benar dan mana yang
salah mana yang halal dan mana yang haram, unsur SQ sangat penting bagi seorang
pemimpin karena membuat keberadaan dirinya bermanfaat bagi orang banyak.

Seorang pemimpin tentunya
dituntut memliki kecerdasan intelektual yang tinggi, akan tetapi banyak dari
pemimpin yang tidak memperhatikan atau tidak peduli dengan kecerdasan emosional
dan spiritual dan banyak sekali yang tidak mengaplikasikannya seperti tidak
bertanggung jawab, tidak adil, memanfaatkan orang lain, cepat marah selalu
negative thinking dan perbuatan tercela lainnya.

Melihat persoalan diatas, penulis
telah merumuskan karya tulis ilmiah dengan judul “Pentingnya ESQ di Dalam Sikap
Kepemimpinan Bagi Seorang Entrepreneur”.

 

1.1  Identifikasi
Masalah

1.     
Pengertian
Entrepreneurship dan Leadership menurut para ahli ?

2.     
Pengertian
EQ dan SQ ?

3.     
Bagaimana
cara mendidik dan menumbuhkan kecerdasan emosional dan spiritual bagi seorang
leader dan entrepreneur ? 

4.     
Seperti
apa kecerdasan emosional dan spiritual yang harus dimiliki oleh seorang leader dan
entrepreneur ?

5.     
Apa
saja yang membedakan seorang leader dan entrepreneur yang memiliki kecerdasan
EQ dan  SQ dan yang tidak memiliki
kecerdasan EQ dan SQ ?

 

1.2  Tujuan

1.     
Dapat
memahami pengertian entrepreneur dan leadership.

2.     
Dapat
memahami pengertian EQ dan SQ.

3.     
Mengetahui
bagaimana mendidik dan menumbuhkan kecerdasan emosional dan spiritual.

4.     
Mengetahui
kecerdasan emosional dan spiritual yang harus dimiliki oleh seorang leader dan
entrepreneur.

5.     
Mengetahui
perbedaan seorang leader yang memiliki kecerdasan EQ dan SQ dan yang tidak.

 

1.3  Tinjauan
Pustaka

Untuk mengkaji ilmu entrepreneur
dan leadership pentingnya esq di dalam sikap kepemimpinan bagi seorang
entrepreneur terdapat beberapa tulisan yang dapat digunakan sebagai pijakan.

Pertama,
Eddy Soeryanto Soegoto (2009:27) mendefinisikan bahwa Entrepreneur adalah orang
yang berjiwa Kreatif, Inovatif, Mandiri, Percaya Diri, Ulet dan Tekun, Rajin,
Disiplin, Siap Menghadapi Resiko, Jeli melihat & meraih Peluang, Piawai
Mengelola Sumber Daya dalam Membangun, Mengembangkan, Memajukan &
Menjadikan Usaha atau Perusahaannya Unggul.

Kedua,
Geoffrey G. Meredith et. Al (1995) mendefiniskan bahwa Entrepreneur adalah
orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan
bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil
keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan
kesuksesan.

Ketiga,
Siswanto Sudomo (1989) mendefinisikan bahwa Entrepreneur adalah segala sesuatu
yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat
bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko
untuk mewujudkan gagasannya.

Keempat,
Eddy Soeryanto Soegoto (2009:346) mendefiniskan bahwa kepemimpinan (Leadership)
adalah proses mengarahkan, menginstruksikan atau mempengaruhi orang lain atau
organisasi untuk melaksanakan suatu tugas atau tujuan organisasi.

Kelima,
Moejiono (2002) mendefiniskan bahwa Leadership adalah akibat dari satu arah,
karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan
dirinya dengan pengikutnya.

 

2.     
METODE

1.     
Metode
deskriptif

Atas rumusuan permasalahan yang
didasari oleh latar belakang yang penulis rancang dapat disimpulkan bahwa
metode desain penulisan yang akan digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini penulis
menggunakan metode desain penulisan deskriptif. Metode deskriptif dapat
diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan
menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang,
lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan
fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Dalam penulisan karya ilmiah ini
penulis mencoba memaparkan atau mendeskripsikan mengenai pentingnya esq di
dalam sikap kepemimpinan  bagi seorang
entrepreneur dengan mencoba menggambarkan suatu keadaan dimana esq itu  sangat dibutuhkan bagi seorang leader atau enterpreneur dalam  menjalankan bisnis yang disertai dengan data –
data dan fakta yang tampak dan apa adanya. Serta penulis mencoba untuk
meramalkan rintangan seperti apa yang akan di hadapi oleh seorang leader  apabila tidak memiliki kecerdasan
emosional dan kecerdasan spiritual yang baik dan efektif.

 

2.     
Metode
Pustaka

Penulis mengambil metode pustaka
dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan
alat, baik berupa buku maupun informasi dari internet searching.

 

3.     
Diskusi

Selanjutnya metoede diskusi
dilakukan oleh penulis dengan cara bertanya secara langsung mengenai pengalaman
pribadi dari seorang entrepreneur mengenai keterampilan berkomunikasi  yang memiliki efek besar dalam menjalankan
bisnis. Berdiskusi dengan  teman – teman
yang mengetahui tentang informasi yang di perlukan dalam membuat karya ilmiah
ini.

 

 

 

3.     
 HASIL
DAN PEMBAHASAN

3.1  Pengertian
Entrepreneur dan Leadership Menurut Para Ahli

Menurut Eddy  Soeryanto Soegoto, (2009), Entrepreneur
adalah orang yang berjiwa Kreatif, Inovatif, Mandiri, Percaya Diri, Ulet &
Tekun, Rajin, Disiplin, Siap Menghadapi Risiko, Jeli melihat & meraih
Peluang, Piawai Mengelola Sumber Daya, dalam Membangun, Mengembangkan,
Memajukan & Menjadikan Usaha atau Perusssahaannya Unggul.

 

3.2  Pengertian
Kepemimpinan (Leadership)

Menurut
Eddy Soeryanto Soegoto (2009:346), Kepemimpinan (Leadership) adalah proses
mengarahkan, menginstruksikan, atau memengaruhi orang lain atau organisasi
untuk melaksanakan suatu tugas atau tujuan organisasi.

Kepemimpinan
Merupakan:

·        
Sifat
yang melekat pada diri seorang pemimpin, seperti: kepribadian, kemampuan, dan
kesanggupan

·        
Serangkaian
kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau
perilaku pemimpin itu sendiri

·        
Proses
antarhubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi

·        
Seni
untuk menciptakan kesesuaian paham

·        
Bentuk
persuasi dan inspirasi

·        
Kepribadian
yang mempunyai pengaruh

·        
Tindakan
dan perilaku

·        
Titik
sentral proses kegiatan kelompok

·        
Hubungan
kekuatan/kekuasaan

·        
Sarana
pencapaian tujuan

·        
Hasil
dari interaksi

·        
Peranan
yang dipolakan

·        
Inisiasi
struktur

 

Dikutip
dari Teori Sifat, Teori ini menyatakan bahwa keberhasilan seorang pemimpin
ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin
itu. Untuk menjadi seseorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh
kemampuan pribadi pemimpin yakni kualitas seseorang denganberbagai sifat,
perangai atau ciri-ciri di dalamnya